Kertas Nasi Packaging

Fungsi dan Tujuan Utama
- Membungkus dan Melindungi Makanan
Menjaga makanan dari debu, kotoran, bakteri, dan kontaminasi luar. - Menyerap Minyak Berlebih
Beberapa jenis kertas memiliki kemampuan menyerap minyak sehingga makanan terasa lebih nyaman dikonsumsi. - Menjaga Kebersihan dan Higienitas
Mengurangi kontak langsung makanan dengan tangan atau permukaan luar. - Mempermudah Penyajian dan Distribusi
Praktis untuk makan di tempat, take away, delivery, dan catering. - Meningkatkan Branding Produk
Dapat dicetak logo, nama usaha, slogan, dan desain custom.
Jenis-Jenis Kertas Nasi Packaging
- Kertas Nasi Polos
- Tanpa printing dan umum digunakan untuk nasi bungkus, gorengan, makanan tradisional.
- Kertas Nasi Printing
- Dicetak custom logo, motif, atau identitas brand.
- Digunakan untuk meningkatkan tampilan dan branding usaha kuliner.
- Kertas Nasi Wax Paper
- Memiliki lapisan lilin (wax coating) sehingga lebih tahan minyak, tidak mudah bocor.
- Cocok untuk ayam goreng, burger, fried snack.
- Kertas Kraft Food Grade
- Memiliki tampilan cokelat natural dan eco-friendly.
- Populer untuk café, coffee shop, brand makanan modern.
Bahan yang Umum Digunakan
- HVS Food Grade
- ringan
- ekonomis
- umum untuk nasi bungkus tradisional.
- Greaseproof Paper
- tahan minyak
- tidak mudah tembus
- Wax Paper
- memiliki lapisan wax/lilin
- Kraft Paper
- natural look
- lebih premium
- PE Coated Paper
- memiliki lapisan tahan cairan dan minyak
Proses Produksi Kertas Nasi Packaging
- Pemilihan Material Food Grade
Menentukan jenis kertas sesuai kebutuhan makanan. - Printing
Menggunakan flexographic, offset, atau food grade ink printing. - Coating (Opsional)
Penambahan wax, PE, atau greaseproof layer. - Cutting
Pemotongan sesuai ukuran. - Packing & Quality Control
Pemeriksaan keamanan food grade, kualitas cetak, dan ketahanan minyak.
Keunggulan Kertas Nasi Packaging
- Food grade dan higienis
- Praktis dan ekonomis
- Tahan minyak (jenis tertentu)
- Bisa custom printing
- Ramah lingkungan
- Memberikan tampilan lebih profesional
Perbedaan Teknik Produksi Kemasan Sablon dan Printing
Perbedaan utama sablon dan printing pada kemasan terletak pada teknik dan hasil. Sablon menggunakan teknik manual/layar untuk desain sederhana seperti warna blok, sedangkan printing (digital/offset) menggunakan mesin untuk desain detail dan warna gradasi kompleks.
Sablon menonjol pada tekstur timbul, sementara printing menghasilkan permukaan yang lebih halus. Sablon Manual atau biasa disebut Screen Printing yaitu proses sablon manual menggunakan screen (cetakan). Cocok diaplikasikan untuk warna terbatas (desain satu warna/ blok)
Teknik sablon menghasilkan tinta lebih tebal dan timbul sehingga cocok untuk material bertekstur, kertas kraft, atau permukaan tidak rata.
Printing (Digital/Offset) menggunakan mesin otomatis/komputerisasi.
Bukan hanya teknik yang berbeda tetapi juga terletak pada hasil yang sangat detail, bisa gradasi, dan warna penuh (CMYK). Teknik ini cocok untuk material coated, art paper, ivory, dan permukaan halus yang bisa menghasilkan permukaan yang rata, halus, dan presisi. Kesan pertama terlihat lebih premium, tajam, dan cocok untuk produksi massal.
Kemasan yang dapat disablon:
- plastik vacuum
- plastik zipper
- goodie bag
- standing pouch
- gusset
- flat bottom
- sachet
- plastik PP/OPP (contoh : plastik packaging baju)
- plastik HDPE/LDPE (contoh : kantong kresek)
- cup plastik
- paper cup
- paper bowl
Kemasan yang dapat diprinting:
- standing pouch
- gusset
- sachet
- paper bowl
- paper tray
- paper bag
- lunch box
- sticker
- paper cup
- kertas nasi

