Poly Mailer Packaging

Fungsi dan Tujuan Utama
- Melindungi Produk Saat Pengiriman
Melindungi barang dari debu, air, kelembapan, goresan, dan kotoran selama proses distribusi. - Mengurangi Biaya Pengiriman
Karena ringan dan fleksibel, poly mailer membantu menekan berat volumetrik, biaya packing, dan ongkos kirim. - Mempermudah Proses Packing
Menggunakan sistem perekat instan sehingga lebih cepat dan praktis. - Meningkatkan Tampilan dan Branding
Dapat dicetak logo, slogan, warna brand, QR code, dan desain custom. - Menjaga Privasi Produk
Material tidak transparan menjaga isi paket tidak terlihat dari luar.
Jenis-Jenis Poly Mailer Packaging
- Standard Poly Mailer
- Jenis paling umum untuk pakaian, hijab, kaos, dokumen, aksesoris ringan.
- Bubble Poly Mailer
- Bagian dalam dilengkapi bubble wrap.
- Cocok untuk skincare, aksesoris, elektronik kecil, barang fragile ringan.
- Co-Extrusion Poly Mailer
- Menggunakan beberapa lapisan plastik (multilayer).
- Karakteristik lebih kuat, lebih tebal, tahan sobek.
- Biodegradable Poly Mailer
- Terbuat dari material ramah lingkungan yang dapat terurai alami.
- Cocok untuk brand eco-friendly, sustainable business.
- Security Poly Mailer
- Memiliki fitur keamanan tambahan seperti anti tamper, VOID seal, barcode tracking.
Bahan yang Umum Digunakan
- LDPE (Low Density Polyethylene)
- fleksibel
- ringan
- tahan air
- HDPE (High Density Polyethylene)
- lebih kuat
- tahan sobek
- cocok untuk pengiriman berat ringan
- Co-Ex Film
- Lapisan dalam untuk segel panas dan anti bocor
- Biodegradable Material
- Berbasis bahan organik ramah lingkungan.
Proses Produksi Poly Mailer Packaging
- Extrusion Film
Membuat lembaran plastik. - Printing
Menggunakan flexographic printing, gravure printing. - Cutting & Folding
Membentuk ukuran mailer. - Pemasangan Perekat
Menambahkan adhesive seal. - Quality Control
Pemeriksaan kekuatan seal, ketebalan, kualitas cetak, dan ketahanan sobek.
Keunggulan Poly Mailer Packaging
- Ringan dan hemat ongkir
- Tahan air dan debu
- Praktis dan cepat digunakan
- Aman dengan perekat permanen
- Bisa custom branding
- Cocok untuk bisnis online dan marketplace
- Menghemat ruang penyimpanan
Perbedaan Teknik Produksi Kemasan Sablon dan Printing
Perbedaan utama sablon dan printing pada kemasan terletak pada teknik dan hasil. Sablon menggunakan teknik manual/layar untuk desain sederhana seperti warna blok, sedangkan printing (digital/offset) menggunakan mesin untuk desain detail dan warna gradasi kompleks.
Sablon menonjol pada tekstur timbul, sementara printing menghasilkan permukaan yang lebih halus. Sablon Manual atau biasa disebut Screen Printing yaitu proses sablon manual menggunakan screen (cetakan). Cocok diaplikasikan untuk warna terbatas (desain satu warna/ blok)
Teknik sablon menghasilkan tinta lebih tebal dan timbul sehingga cocok untuk material bertekstur, kertas kraft, atau permukaan tidak rata.
Printing (Digital/Offset) menggunakan mesin otomatis/komputerisasi.
Bukan hanya teknik yang berbeda tetapi juga terletak pada hasil yang sangat detail, bisa gradasi, dan warna penuh (CMYK). Teknik ini cocok untuk material coated, art paper, ivory, dan permukaan halus yang bisa menghasilkan permukaan yang rata, halus, dan presisi. Kesan pertama terlihat lebih premium, tajam, dan cocok untuk produksi massal.
Kemasan yang dapat disablon:
- plastik vacuum
- plastik zipper
- goodie bag
- standing pouch
- gusset
- flat bottom
- sachet
- plastik PP/OPP (contoh : plastik packaging baju)
- plastik HDPE/LDPE (contoh : kantong kresek)
- cup plastik
- paper cup
- paper bowl
Kemasan yang dapat diprinting:
- standing pouch
- gusset
- sachet
- paper bowl
- paper tray
- paper bag
- lunch box
- sticker
- paper cup
- kertas nasi



